aiko

aiko
senyuman

Senin, 12 Desember 2011

hati ku kini

Gejolak cinta Membangunkan raga Datang..
Bagai ombak menghantam karang
Membuat hati ini selalu tersenyum
Hangat di dada Bahagia menyelimuti jiwa
Mendampingi setiap langkah
Setia Abadi Belaian kasih lembut Tulus menghampiri
Mengusir sepi dan luka di hati
Rangkaian kata kata indah terurai Janji manis terus terucap
Membuat diri ini terlena Detik demi detik.
. Hingga tahun berganti tahun
Hati ini tlah bersandar pada cinta
Namun tak terhitung...

cerpen ku

Cerita Sedih Cinta - Cerita Sedih Cinta yang akan aku postingkan kali ini masih terkait dengan postingan-postingan terhadulu, yaitu berjudul Kata Kata Sedih dan cerita sedih tentang ibu. Meski cerita ini tergolong sebuah cerita yang sangat mengharukan. Namun saya berharap setelah anda membacanya bukan bertambah sedih, tapi jadikanlah tulisan ini sebagai motivasi, agar hati kamu selalu dalam tempat yang berbahagia.

Berikut adalah cerita sedih cinta selengkapnya, dimana judul asli dari cerita ini sendiri adalah "Cinta Berdarah". Adapun sumber cerita ini, Karo Cyber peroleh dari blog anekaremaja.blogspot.com. Selamat menikmati cerita sedihnya kawan:

Kita sling mncintai, tapi antara aku & kamu, beda. kita di takdirkn sbgai musuh dlam peprangan esok hari. besok kita akan sling membunuh d medan perang, sbnarnya aku tak kuasa berperang dnganmu, tapi kta baginda raja kami, aku hrus sprti itu.

Hnya diam dlam kebimbangan saja, pagi yg tak ingn aku temui, kini aku temui, hari ini aku akn bertemu dg wanita yg aku cinta, tapi bukan untk brgandengan tngan, mlainkan kita akn sling membunuh sbgai musuh.

Aku takut hari ini, aku takut dia hnyut dlam gumpalan darah peperangan. apa harus aku tmpulkan sja pedangnya biar dia tak terluka, atau aku serahkan sja tubuh ini untuk di tusuknya, agar aku sja ayg hanyut kedalam gumpalan darah peperangan.

Dlam kebimbangan ini, aku berangakat brsma prajurit2x yg lainnya, berlari smbari mnunggangi kudua2x jantan nan gagah, mnuju pasir2x tandus tak berpnghuni.

-"Apakah aku sedang bermimpi, ataukah ini memang knyatan dlam suatu peprangan ?"
prlhan kuda yg aku tunggangi ini mulai mlambat dlam larinya, rasa was was & kbimbangan ini smakin aku rsakan, ketika ku lihat di sebrang sna, ku lhat prajurit2x yang lain dlam msuhku di peprangan hari ini, membawa wanita yg aku cintai dlam rombongan nya.

-"Ternyata ini bukan mimpi, aku benar2x akan berprang dg wanita yg aku cintai, entah tubuh siapa yg akan mnjadi drah di hmparan pasir2x tandus itu." aku atau wanita yg aku cintai itu.

Angin yg berhmbus kncang mengadukan kedua klompok yg sling bermusuhan dlam peperangan. hamparan pasi pasir tandus tak berpnghuni, kini berubah mnjadi lautan darah berpnghunikan mayat mayat yg bergletakan tak braturan dlam peperangan.

jantung ini masih berdetak, tapi jiwa ini tlah kosong, ini bkan air hujan, ini air mta, adlah kesedihqan yg perlhan mulai membanjiri pipi yg tlah berdarah dlam peperangan.

Meskipun tangan & tubuh ini sibuk berperang dg pedang yg ku ayunkan di tngan, tapi mtaku masih menatap wanita itu, aku takut dia mnjadi darah dlam peperangan ini.

Aku lihat tngannya masih sibuk berprang, smentara bibirnya menyuarakan sesuatu pdaku.
"Hei .., jngan posisikan mtamuk arahku, kau akan terluka"

-"Jangan pdulikan aku , lebih baik kau jga dirimu sendiri, biarkan tubuh ini mnjadi dlam peperangan"
"Aku tak ingin kau mnjadi drah dlam peperangan ini"

-"Biarkan sja aku mnjadi drah, agar pasukan mu yg lain tertawa melihatnya"
"Jika mreka tertawa, kau pikir aku juga akan tertawa ?"
Mendngar hal itu bibirku membisu bakl patung yg membeku di tengah gunung es.
"Kenapa kau diaam ?"

-"Aaaa kkkkk uuuuuu "
"dengarlah, mngkin mreka akan trtawa mlihatmu mnjadi drah, tpi tdk dg aku, aku akan mnangis jika kau mnjadi drah dlam peperangan ini"
-"Benarkah itu elsha?"
"Iya, aku mencintaimu & kau jga mncintaiku, kita hrus berdiri, jngan smpai kita mnjadi drah dlam peprangan ini"

Saat itu aku hnya bsa diam dlam kebimbangan, aku terharu mendngar apa yg dia ktakan, smpai pipi yg brdrah ini, trbasuh air mta kebimbangan & kepedihan !
Semakin lma kmi berprang , pasir2x tandus ini smakin memerah penuh darah, stengah dri prajurut2x kami sdah punah mnjadi mayat2x yg bergletakan d pasir tandus penuh darah.
Sdangkan msuhku dlam peperangan ini, lebih byak dri pasukanku skarang.
Panas matahari yg menyengat, mngeluarkan keringat dlam hati yg penat, aku msih berperang, mlawan mreka yg masih mnyerang, begitu pun dg elsha,wanita yg aku cintai yaitu musuhku dlam peprangan ini, dia berjuang dg epdang yg sudah memerah penuh darah.
Entah ada berapa mtanya, ketika dia sibuk dlam peperangannya, dia msih prhtikanku yg hampir puanh mnjadi darah !
'Awas dibelakangmuuuuu..."

Mendnar hal itu, aku lngsung mmbalikan bdan ini ke arah musuhku yg ada di blakangku.
-" Kau tk akan bisa mmbunuhku, khiiiiaaaaaaa ...., ssiiiiieeeeetttttttttttttttttttzzzzzzzz"
dan nsuh yg hmpir membunuhku, aku bunuh dg pedang penuh darah.
-" terima kasih elsha"
"Iyaa, hati2x, "

Sampai akhirnya 37 dri setengah prajurit2xku yg tersisa, kini punah dlam pasir tandus yg memerah menjadi gumpalan darah. Mtaku smakin memrah dg kematian yg lainnya, dg tangan & yg penuh dg robekan, aku ayunkan pedang yg ku gengngam dlam peperangan, smpai 30 org dri musuh2xku, berhasil aku bunuh.

Dlam keadaan ini, aku berperang dg 13 org, sdangkan musuh musuhku dlam peperangan ini, memiliki pasukan yg lebih banyak dr pasukan ku skarang. Meskipun tubuh ini tlah lelah, tapi pedang yg memerah penuh darh ini, masih ku ayunkan dlam peperangan. Tangan & sbagian tubuh ini tlah penuh di lumuri darah2x musuh, langkah kaki ku pun mulai melemah ketika kulihat elsha wanita yg aku cintai dlam peperangan ini yaitu musuhku sndiri, tersayat pedang pasukanku di sbagian tubuhnya!
-"Elshaaaa ..., ???"
Melihat dia terluka, aku berteriak sembari menolongnya! Dg tubuh & kaki yg terluka aku berlari mendekatinya !
Dg posisi yg masih lumayan jauh dr wanita itu, aku berteriak pada pasukanku yg berusha membunuh elsha .
-"Heiiii ...., hentikan jangan kau sakiti dia lagi"
="Diam kau, biarkan aku membunuhnya, dia musuh kita"
-"Dia musuh kita ?, tapi aku mencintainyaaa"
="Kenapa kau inii ?"
-"kau tak perlu tau, matilah kauuu .... sieettttzzzz .."
="Penghiaa a a a a a a a a ..."
smpai akhirnya, kawanku dlam peperangan ini aku bunuh dg pedang yg penuh darah menjadi gumpalan darah.
-"Kau tak apa2x elsha "
"Aku baik-baik saja, terima kasih"
Ku lihat saat itu air mtanya mengalir deras dg expresi wajah yg terlihat kesakitan !
-"Elsha, ku lihat kau sprti kesakitan ?"
"Aku tak apa apa, jangan terlalu mengkhawatirkanku"
-"Jelaslah aku mengkhawatirkanmu, aku mencintaimu, kau dengar itu ?"
"Aku tau, aku mngrti, tapi sebaiknya kau menjauh dr sini, aku tak ingin kita saling bunuh di sini"
Perkataan yg keluar dari mulut elsha saat itu, memaksa aku menjauh dr hdapannya, dg kepala menunuduk, aku berbalik berjalan pelan menuju pasukan lawan. Kami masih berperang di atas pasir tandus yg memerah penuh darah.
Matahari pun hampir tenggelam menyaksikan peperangan ini, sampai semua pasukanku punah menjadi gumpalan darah. Mataku pun semakin memerah melihat mreka mnjadi darah, tapi itu semua tak membuat aku lengah & pasrah, aku masih berperang melawan mereka yg masih menyerang dg pedang yg ku genggam di tangan.
Saat itu aku berdiri bersama mayat2x yg bergeletakan di belakangku, sedangkan lawan yg aku hadapi, memiliki pasukan yg lebih banyak dariku.

-"Ayoo ... terusskaaan , aku tak takut dg jumlah kalian, khiaaaa"
Dg kaki & kepala yg bercucuran darah, aku menyerang mereka dg pedang yg semakin memerah, ku lihat saat itu, salah stu dari pasukan mereka yaitu elsha, tiba2x menghentikan langkahnya dlam perangnya, lalu iya berteriak pdaku.

"Hatiii-hatii, lawan yg kau hadapi bukan satu"
-"Tenanglah, aku takan menjadi darah"
Dan tiga dr empat musuhku yg tersisa itu, telah berhasil aku bunuh.
-"Sekarang kita imbang, kau atau aku yg akan menjadi darah sekarang?.
="Kau salah, di belakangku masih ada elsha, mungkin kau yg akan menjadi darah"
Sejenak aku terdiam mendengar apa yg musuhku katakan. sampai akhirnya dia menyerang saat konsentrasiku hilang, & saat itu pedang yg di ayunkannya, menusukku tepat di sebelah kiri dadaku. Aku tak sadarkan diri saat itu, yg ku lihat hanya tetesan darah yg keluar mengalir dari sbelah kiri dadaku.

Mungkin saat itu aku akan benar2x menjadi darah dlam peperangan ini, dlam tak sadar & tak berdayanya aku, aku masih mendengar suara samar2x wanita, sepertinya itu elsha!
"Tiiidaaaakkkk ..., kau tak boleh menjadi darah dlam peperangan ini"
Ku lihat dia berlari ke arahku bersama pedang yg di bawanya, ku rasakan dia semakin mendekat, smpai akhirnya, kaki yg berdarahnya itu, tepat menginjak tanah yg berada di depanku.
-"Ee e e eellsshaaa"

Dg suara tak berdaya, aku menyapanya.
"Bertahanlah, kau tak boleh menjadi darah, kau harus berdiri bersamaku disi"
Tak ada sepatah katapun yg bisa ku ucapkan padanya, aku hnya bsa menangis mndengar apa yg di ktakannya .
Lalu wanita itu berdiri, melepaskan tangannya yg memangku wajahku, tiba2x mata sayunya memerah ketika menatap salah satu pasukannya yg tersisa, yg membuat aku lemah tak berdaya. lau dg nada kesal iya berbicara pda prajuritnya itu !
"Sekarang kau puaas, kau berhsil menjadikannya darah, tertawalah .. "
="Jelaslah aku puas, mari kita rayakan kemenanga
ini"

"Brengseek kauu, siiieeeeetttttttzz ...,"
Tanpa bnyak kta2x yg keluar dr mulut elsha, pedang yg memerah yg masih di genggam d tangannya, iya tusukan ke tengah2x perut prajuritnya sendiri.
"Maattiii kauuu"
Lalu dg tangan yg berdarahnya , iya pangku kembali wajahku yg sempat terkapar di pasir ini.
-"Els sha, kenapa kau membunuhnua ?"
"Biarlah, aku tak ingin melihatnya hidu"
-"Apa karena kau mencintaiku ?"
Sejenak dia diam, lalu dia berkata dg wajah yg mempesona,
"Iya, karena aku mencintaimu, aku membunuhnya'
Semakin deraslah air mta ini, saat ku dengar dia berbicara apa adanya pdaku, lalu ku teruskan pembicaraanku pda wanita itu, dg sua yg pelan tak berdaya.
-"Elsha, mungkin sampai disini rasa saling mencintai kita""Kenapa kau berkata seperti itu ?
-"A k u tak kuasa menahan nafas yg tersisia, aku akan menjadi gumpalan darah dalam peperangan ini"
Dg tangisnya elsha masih bersuara, berbicara padaku.
"Jangan bicara seperti itu, aku mhooon, aku tak ingin kau menjadi darah"
-"Aku tak bisa elshaa, ini permintaan terakhirku, peganglah tanganku, jangan kau lepaskan sbelum nyawa ini ku lepaskan"
Lalu wanita itumelepaskan pedangnya, & memegang tanganku
"Kumohon bertahanlah"
-"Maafkan aku, tetap pegang tangannya, & rsakan setap denyut nadinya"
Perlahan2x denyut nadi dalam tangannya yg elsha pegang mulai melemah.
Sampai akhirnya, di akhir kata,

-" AKU MNCINTAIMU ELSHA" yang aku ucapkan pdanya, denyut nadi dalam tanganku berhenti & mati !
"Jaaaaangaaaan tinggaaaalkaaan aaaaakkkkkuuuuuu ... "
Jerit tak percaya elsha menggema di hamparan pasir tandus yg memerah penuh gumpalan darah, saat lelaki yg di cintainya kini pergi, hanyut menjadi gumpalan darah di pasir tandus yg memerah !
SELESAI .

andai saja kau mengerti

Suara-suara yang tersamar dulu..
kenapa ia kembali..
aku ingin merayap ketepi..
tangan tangan menggerayangi..
menangkap setiap jejak yang terus ada tanpa henti..

mata mata berhenti dalam sebuah kubangan harapan..
kosong, membelenggu, tak pasti..
apa yang aku tahu bukan yang kumau..
sayap-sayap memutus, jatuh merayap..
hangus bersama angin semilir di tengah rimbun dedauan..
tanpa asa.. tanpa rasa, ataupun cinta..

Andai saja tak ada waktu itu..
saat ini tak akan terjadi..
andai saja tak ada engkau saat itu..
saat ini, perasaan ini juga tak akan terjadi..
dan andai saja kau tak seperti sekarang..
mungkin juga aku akan menghilang..

bersama dedaunan..
aku akan jatuh ketika ia menguning diatas dahan..

bersama angin..
aku terbang meninggi dengan semilir yang dingin..

bersama rasa..
aku hanyut dalam sebuah harapan hampa..

bersama air..
aku terbawa kemana ia mengalir..

namun bersamamu..
aku semakin kecanduan dan ingin selalu bersamamu..

dan bersama cinta ini..
sesungguhnya bukan engkau yang ku ingini..

dalam hatiku.. fikiranku.. perasaanku..
aku sangat mencintaimu.. juga membencimu..

***
Untuk seseorang yang jauh disana, kenapa dulu kita harus bertemu, kenapa engkau selalu ada dalam fikiranku, aku ingin kau pergi, tapi aku juga menginginkanmu kembali. aku ingin kau menjauh, tapi aku juga ingin kau berada dekatku dan dapat kusentuh. cinta ini bagai istana rasa yang semakin menguat, dan taukah engkau cinta.. engkaulah pondasi segala rapuhku.. yang menguatkan setiap langkahku..
Dariku yang selalu ingin mengertimu, dariku yang selalu begitu menyayangimu, dan dariku yang selalu belajar memahami hidupmu. adakah aku dalam hidupmu ? adakah aku dalam setiap sepimu, dan adakah aku disaat engkau membutuhkan sebuah topangan hati yang menguatkan. Andai saja engkau Mengerti.

cerpen pengen punya pacar

Hesti diusia 21..Tak ada yang ia idam-idamkan selain memiliki seorang pacar.Sukur-sukur nanti bakalan berlanjut ke pelaminan.hehehe
"Put...kenapa ya sampai sekarang aku belum punya pacar juga?"
"Sabar Hes...jodoh itu kan ditangan Tuhan.."
Itu jawaban Puput,temen kampusnya yang paling alim.Beda lagi sama Sisi,temennya yang paling tomboy.
"Kamu sich Hes...suka pilih-pilih kalo nyari cowok,makanya gak ada cowok yang milih kamu."
Hadewh...jawaban itu sempat membuat mereka jadi berdebat.Secara Hesti ngrasa gak punya kriteria khusus soal cowok yang bakal jadi pacarnya.Masalahnya,,,cowok-cowok yang selama ini ngedeketin dia gak ada yang pernah nyatain cinta ke dia.
Mau tau jawaban Rani?Temennya yang paling modis..

"Coba kamu dandan Hes...pake bedak yang tebel,pake lipstik yang merah merona,rambutnya di bonding,trus pake baju-baju yang lagi 'in' saat ini.aku jamin dech,tuch cowok-cowok bakalan nempel terus sama kamu"
Wah,wah,ni anak ngajakin jadi korban mode kayaknya.Selama ini Hesti nyaman banget dengan jilbabnya,ya...meski gak alim-alim banget dan masih pecicilan,tapi dia seneng dah disa ngikutin perintah Allah untuk menggunakan jilbab,bagi muslimah yang sudah baligh.
"Bener Hes....kamu sih baru dideketin cowok aja dah takut,dah menghindar.Kalo gitu terus kapan bisa punya pacar?Kamu tuh harus PD,jangan takut sama bayangan kamu sendiri"
"Eh,,,ngapain ni tukang parkir ikutan nimbrung?Sana...jagain motor-motornya.Dicuri orang baru tau rasa lho...."

"Hehehe...maaf dech..habis gemes banget sama kamu.Dari dulu dibilangin masiiiih aja gak berubah-berubah.tuch,liat si Rani,dah gonta ganti cowok sampai 3 kali..
"Sialan ni bang Umar,,sembarangan ngatain orang.."kata Rani sewot.
"Loh,,,emang bener kan Ran??"Bang Umar pun gak mau kalah.
"Yang bener tuch,,,,si Rani pacaran ma 3 cowok sekaligus  Iya kan Ran?...........AduuuuuH....."

Rani pun mengarahkan tumpukan buku ditangannya kearah bokong Sisi.Semuanya pun tertawa melihat tingkah Rani dan  muka Sisi yang meringis kesakitan.

Ending dari percakapan disore itu adalah keluarnya kata-kata dari bibir Puput...
"Banyakin do'a aja hes,,mohon sama Allah supaya segera dipertemukan sama jodoh kamu,biar diberikan yang terbaik dan nantinya dapat menjadi imam kamu dalam menjalani bahtera rumah tangga yang di ridhoi Allah SWT..."
"Amien.....makasih Put..."jawab Hesti sambil menyunggingkan senyum dibibirnya.

isi hati ...


Menghilanglah dari kehidupanku….
Enyahlah dari hati yang telah hancur….
Kehadiran sosokmu kian menyiksaku…
Biarkan disini ku menyendiri
Pergilah bersamanya disana…
Dengan dia yang ada segalanya…
Bersenang-senanglah sepuasnya…
Biarkan disini ku menyendiri
Terlintas keinginan untuk dapat
hilang ingatan agar semua terlupakan….
Dan ku berlari sekencang-ken...

Kamis, 01 Desember 2011

         "Diriku berharap semua akan baik-baik saja tapi kenyataannya berbeda dunia tidak sejalan dengan yang aku inginkan ."

          " Watashi wa subete ga junchō to naru koto o nega~tsu shikashi genjitsu sekai wa watashi ga nani o nozomu ka to no rainde wanai betsu nodesu."